BAB III
SIMPULAN
1.
Sistem Bus
Komputer tersusun atas beberapa komponen penting seperti CPU, memori, perangkat I/O. Setiap komponen saling berhubungan membentuk kesatuan fungsi. Sistem bus
adalah penghubung bagi keseluruhan komponen komputer dalam menjalankan tugasnya. Transfer data
antar komponen komputer sangatlah mendominasi kerja suatu komputer. Data atau program yang tersimpan dalam memori dapat diakses dan dieksekusi CPU melalui perantara bus, begitu juga
kita dapat melihat hasil eksekusi melalui monitor juga menggunakan sistem bus.
1.1 Struktur Interkoneksi
Kompulan lintasan atau saluran berbagai modul disebut struktur interkoneksi. Rancanagan struktur interkoneksi sangat bergantung pada
jenis dan karakteristik pertukaran
datanya.
·
Memori :
·
Modul I/O :
·
CPU :
Dari jenis pertukaran data yang
diperlukan modul –
modul komputer, maka struktur
interkoneksi harus mendukung perpindahan
data
berikut :
·
Memori ke CPU : CPU melakukan
pembacaan data maupun instruksi dari memori.
·
CPU ke Memori : CPU melakukan
penyimpanan atau
penulisan data ke memori.
·
I/O ke CPU : CPU membaca data dari peripheral melalui modul I/O.
·
CPU ke I/O : CPU mengirimkan data ke perangkat peripheral melalui modul I/O.
·
I/O ke Memori atau dari Memori : digunakan pada
sistem DMA.
1.2 Interkoneksi Bus
1.2.1 Struktur Bus
Saluran data (data bus) adalah lintasan bagi
perpindahan data
antar modul. Secara kolektif lintasan ini disebut bus data. Umumnya jumlah saluran terkait dengan panjang word, misalnya 8, 16, 32 saluran dengan tujuan agar mentransfer word dalam sekali waktu. Jumlah
saluran dalam bus data dikatakan
lebar bus, dengan satuan bit,
misal lebar bus 16 bit.
Saluran alamat (address bus) digunakan untuk menspesifikasi sumber dan tujuan data pada
bus data. Saluran ini digunakan untuk mengirim alamat word pada memori yang akan diakses CPU. Juga digunakan untuk
saluran alamat perangkat modul komputer saat CPU mengakses suatu modul. Perlu diketahui, semua peralatan yang terhubung dengan sistem komputer, agar dapat diakses harus memiliki alamat. Semisal mengakses port I/O, maka port I/O
harus memiliki alamat hardware-nya.
Saluran kontrol (control bus) digunakan untuk
mengontrol bus data,
bus alamat dan seluruh modul yang
ada. Karena bus data dan bus
alamat digunakan oleh
semua
komponen
maka
diperlukan suatu mekanisme kerja yang dikontrol melalui bus kontrol ini. Sinyal – sinyal kontrol terdiri
atas sinyal pewaktuan
dan
sinyal
–
sinyal
perintah.
Sinyal
pewaktuan
menandakan validitas data dan alamat, sedengkan sinyal perintah berfungsi membentuk
suatu operasi. Secara umum saluran
kontrol meliputi :
·
Memory Write, memerintahkan
data
pada bus akan
dituliskan ke dalam lokasi alamat.
·
Momory Read
memerintahkan data dari lokasi alamat ditempatkan pada
bus data.
·
I/O Write, memerintahkan
data
pada bus dikirim ke lokasi port I/O.
·
I/O Read, memerintahkan
data
dari port I/O ditempatkan
pada bus data.
·
Transfer ACK, menunjukkan data telah diterima dari bus atau data telah ditempatkan
pada bus.
·
Bus Request, menunjukkan
bahwa modul memerlukan kontrol bus.
·
Bus Grant, menunjukkan modul yang melakukan request telah diberi hak mengontrol bus.
·
Interrupt Request, menandakan adanya penangguhan
interupsi dari modul.
·
Interrupt ACK,
menunjukkan penangguhan
interupsi telah
diketahui CPU.
·
Clock, kontrol untuk sinkronisasi operasi antar modul.
·
Reset, digunakan
untuk menginisialisasi seluruh
modul.
1.2.2
Hierarki Multiple Bus
1.2.3 Elemen Perancangan Bus
1.3 Jenis Bus
1.4
Metode Arbitrasi
1.5
Timing
1.6 Lebar Bus
1.7 Jenis Transfer Data
1.8 Contoh Bus
1.8.1 Bus
ISA
1.8.2
Bus PCI
Peripheral Component Interconnect (PCI) adalah bus yang tidak tergantung prosesor dan
berfungsi sebagai bus mezzanine atau bus peripheral. PCI memiliki kinerja tinggi untuk sistem
I/O berkecepatan
tinggi seperti : video
adaptor, NIC,
disk
controller, sound card,
dan lain-lain.
Standard PCI adalah 64 saluran
data
pada kecepatan 33 MHz, laju transfer data 264
MB
per detik atau 2,112 Gbps. Keunggulan PCI tidak hanya pada kecepatannya saja tetapi murah dengan
keping yang sedikit.
1.8.3 Bus USB
1.8.4 Bus
SCSI
Small Computer System Interface (SCSI) adalah perangkat peripheral eksternal yang
dipopulerkan oleh macintosh pada tahun 1984. SCSI
merupakan interface standard untuk drive CD-ROM, peralatan audio, hard disk, dan perangkat penyimpanan eksternal berukuran besar. SCSI menggunakan interface paralel dengan 8, 16, atau 32 saluran
data.
1.8.5
Bus P1394
/ Fire Wire
2.
CPU
2.1 Komponen Utama
CPU
Dalam mewujudkan fungsi dan tugasnya, CPU tersusun atas beberapa komponen sebagai
bagian dari struktur CPU, seperti terlihat pada gambar 3.1 dan struktur detail internal CPU terlihat
pada gamber 3.2. CPU tersusun
atas
beberapa komponen, yaitu :
·
Arithmetic and Logic Unit (ALU), bertugas membentuk
fungsi – fungsi pengolahan data komputer. ALU
sering disebut mesin bahasa (machine
language) karena bagian
ini mengerjakan instruksi – instruksi bahasa mesin yang diberikan padanya. Seperti istilahnya, ALU terdiri dari dua bagian, yaitu unit arithmetika dan unit logika boolean, yang
masing
– masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri.
·
Control Unit, bertugas mengontrol operasi CPU
dan secara keselurahan mengontrol komputer
sehingga terjadi sinkronisasi kerja antar komponen dalam
menjalankan fungsi – fungsi operasinya.
Termasuk
dalam tanggung
jawab
unit kontrol adalah
mengambil
instruksi
–
instruksi dari memori utama dan
menentukan jenis instruksi tersebut.
·
Registers, adalah media penyimpan internal CPU yang digunakan saat proses pengolahan data.
Memori ini bersifat sementara, biasanya digunakan untuk
menyimpan data saat diolah ataupun data untuk pengolahan selanjutnya.
·
CPU Interconnections, adalah sistem koneksi dan bus yang
menghubungkan komponen internal
CPU,
yaitu
ALU, unit kontrol dan register – register dan juga dengan bus –
bus eksternal CPU yang menghubungkan
dengan sistem lainnya, seperti memori utama,
piranti masukan/keluaran.
2.2 Fungsi
CPU
Fungsi CPU adalah penjalankan program – program yang disimpan dalam memori utama
dengan cara mengambil instruksi – instruksi, menguji instruksi tersebut dan mengeksekusinya satu persatu sesuai alur perintah.
2.2.1 Siklus Fetch - Eksekusi
2.2.2 Fungsi
Interrupt
Fungsi interupsi adalah mekanisme penghentian atau pengalihan pengolahan
instruksi
dalam
CPU kepada routine interupsi. Hampir
semua
modul (memori dan I/O)
memiliki
mekanisme yang dapat menginterupsi kerja CPU.
1. Modul I/O
3.1 Sistem Masukan & Keluaran Komputer
3.1.1 Fungsi
Modul
I/O
Modul I/O adalah suatu komponen dalam sistem
komputer yang bertanggung jawab atas pengontrolan
sebuah perangkat luar atau lebih dan bertanggung jawab pula dalam pertukaran data antara perangkat luar tersebut dengan
memori utama
ataupun dengan register – register CPU. Dalam mewujudkan hal ini, diperlukan antarmuka internal dengan komputer (CPU dan
memori utama) dan antarmuka dengan perangkat eksternalnya untuk menjalankan fungsi –
fungsi pengontrolan.
Fungsi dalam menjalankan
tugas bagi modul I/O dapat dibagi menjadi beberapa katagori, yaitu:
·
Kontrol dan pewaktuan.
·
Komunikasi CPU.
·
Komunikasi perangkat eksternal.
·
Pem-buffer-an
data.
·
Deteksi kesalahan.
3.1.2 Struktur Modul
I/O
3.2 Teknik Masukan/Keluaran
3.2.1
I/O Terprogram
3.2.2
Interrupt –
Driven I/O
Pengontrol Interrupt Intel 8259A
Programmable Peripheral Interface Intel
8255A
3.2.3
Direct Memory Access
(DMA)
3.3 Perangkat Eksternal
Tidak ada komentar:
Posting Komentar